Sebuah tanya

Pagi ini tak ada kopi,
berbeda dengan hari-hariku kemarin.
Warnaku hidupku sedang tak bergairah
entah ada apa dengan semua ini.
Lalu kutanya pada hati
apakah kau merasa hal yang sama?
Dan kutanya dengan kalimat yang sama pada otak
Namun mereka tak bisa menjawab.
Aku menemukan sebuah keanehan
saat kutanya pada cermin
ia seolah memberi jawaban yang akupun tak mengerti maksudnya.
Mungkin ia sedang menjelaskan pada diriku dengan bahasa tubuhnya.
Namun lagi-lagi aku belum menemukan sebuah jawaban.
Rupanya diri ini sedang butuh kehangatan
dari sebuah cahayaNya yang menerangi jalan kehidupan.
Rupanya diri ini sedang merindukan kelembutan
dari lembutnya kasih sayang ibu yang telah digariskan oleh Tuhan.
Rupanya diri ini lemah
lemah tanpa kuasaNya.
Andai aku tak bercermin
mungkin aku akan terjatuh kedalam jurang yang dingin.
Yaa… semua karena cermin
cermin kehidupan yang terkadang menjadi arah
ketika kian waktu tak menemukan jawaban pada hal lain.
Tasikmalaya, 28 Februari 2017

About Abdulloh Aziz

Penulis adalah seorang yang menyukai hal-hal baru yang unik, menarik. Menulis adalah salah satu hobi yang dijalani, karena dengan menulis walaupun diri mati tetapi akan tetap abadi.

View all posts by Abdulloh Aziz →

7 Comments on “Sebuah tanya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *