Prosedur Penahanan

Bagaimana cara kita mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi dengan sesungguhnya?
ketika mendengar kata “hukum” pada sebagian masyarakat masih menjadi momok yang menakutkan, bukan disebabkan karena hukum itu hal yang buruk namun stigma yang telah terbangun akan “hukum” menjadi tercoreng karena ulah oknum tertentu. Oleh karena itu tugas mahasiswa sebagai agent of change harus menjadi panutan khalayak yang harus memberi pencerahan tentang hukum, sosialisasi hukum danlain-lain. Hal terkecil yang bisa dilakukan sebagai batu loncatan adalah dengan cara melakukan sosialisasi baik itu melakukan kerjasama kerjasama dengan pemerintah desa atau kecamatan, misalnya. Karena ketika masyarakat awam mengetahui tentang hukum maka akan menimbulkan kesadaran secara perlahan, bahwa hukum itu alat untuk menegakkan keadilan bukan malah sebaliknya menjadi hal menakutkan. Salah satu hal yang mencoreng nama hukum yaitu menjadikan hukum sebagai ladang untuk mencari uang para oknum penegak hukum. Yang banyak terjadi sekarang ini. Ketika masarakat awam dihadapkan dengan permasalahan terhadap hukum dengan seenak nya para oknum penegak hukum itu memainkan hukum dengan cara memanipulasi dan jual beli kasus. Seperti contoh: saudara saya tertangkap tangan (OTT) membawa narkoba dengan berat 0.08gr. Karena keluarganya awam terhadap hukum sehingga jadi hal transaksional. Jikalau ingin bebas harus membayar sekian juta rupiah bahkan sampai ratusan juta rupiah.

Padahal kalau orang tua si tersangka itu faham terhadap hukum mungkin mereka tidak akan melakukan transaksi itu. Padahal kalo saja dia memakai  advokat / pendampingan hukum, hal yang demikian tidak akan terjadi. Padahal dalam KUHAP penangkapan atau penahanan dalam kuhap sudah jelas diatur, namun tidak semua penegak hukum

itu memahami akan hal ini. Menurut Pasal 21 ayat (1) KUHAP menyatakan, “Perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.”
Syarat penahanan dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP di atas dikenal dengan syarat penahanan subjektif artinya terdakwa bisa ditahan apabila penyidik menilai atau khawatir tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana. Dengan kata lain jika penyidik menilai tersangka/terdakwa tidak akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana maka si tersangka/terdakwa tidak perlu ditahan. Tapi contoh tadi di atas sudah 30 hari di tahan. Dari hal semacam ini kesan di masyarakat luas semakin berkembang mengartikan hukum itu bagaimana. Padahal jika menurut KUHAP, seseorang itu tidak melarikan diri atau merusak barang bukti dia tak perlu ditahan dan sebenarnya berkas perkara itu harus sudah dilaimpahkan ke kejaksaan dalam kurun waktu 14 hari.

Adapun perpanjangan penahanan itu harus berdasarkan putusan Pengadilan Negeri. Dalam hal Ketua Pengadilan Negeri mengabulkan permohonan perpanjangan penahanan yang diajukan oleh Penuntut Umum berdasarkan Pasal 25 KUHAP tidak dibenarkan untuk sekaligus mengalihkan jenis penahanan.
Jadi jelas disini penegak hukum pun kadang membodohi masyarakat. semuanya disebabkan akan ketidak fahaman tentang hukum yang berlaku di negeri ini. Hal demikian sering terjadi sekarang, maka sebagai mahasiswa harus bisa melakukan penyuluhan kepada  masyarakat awam supaya tidak dibodohi.

Atas alasan inilah salah satunya timbul keinginan untuk membentuk suatu lembaga hukum dalam lingkup perguruan tinggi dan memang seharusnya dalam Fakultas Hukum harus memiliki suatu organ yang berada di bawah fakultas, salah satunya Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum.

Oleh : Dian Muhammad Darda
Penulis adalah salah satu Mahasiswa Jurusan Jinayah Siyasah, Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Cipasung.

 

About Abdulloh Aziz

Penulis adalah seorang yang menyukai hal-hal baru yang unik, menarik. Menulis adalah salah satu hobi yang dijalani, karena dengan menulis walaupun diri mati tetapi akan tetap abadi.

View all posts by Abdulloh Aziz →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *