PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW di DPC PERADI Tasikmalaya

0 6
banner 468x60
banner 160x600

Pengurus DPC PERADI Tasikmalaya menyelenggarakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1439 Hijriyah pada hari Jumat tanggal 8 Desember 2017 di Sekretariat DPC. Disamping momentum memperingati kelahiran nabi, agenda ini juga dalam rangka meningkatkan kualitas kerohanian para anggota. 

Rangkaian kegiatan yang dihadiri oleh anggota Dewan Kehormatan Daerah yakni K.H. Didi Hudaya dan Tatang Rustandi, S.H. ini terdiri dari pembacaan shalawat yang diiringi tabuhan musik, Tabligh kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Tematik, yang dikemas dalam bentuk sesederhana mungkin tanpa melupakan substansi dari PHBI tersebut .

Ketua DPC PERADI Tasikmalaya Andi Ibnu Hadi, S.H. menegaskan bahwa “peringatan Maulid Nabi ini adalah salah satu bentuk upaya untuk merealisasikan kenabian Nabi Besar Muhammad SAW dalam penegakan hukum yang bermartabat. Bahwa kita sebagai advokat harus menjadi penolong bagi masyarakat pencari keadilan. Misi kenabian kita tunjukkan dengan kesalehan individual dan kesalehan sosial kita dalam menegakkan hukum”.

Melihat dari sejarah yang sudah menjadi fakta publik di masyarakat, bahwa keberhasilan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun kota Madinah adalah teladan masyarakat dunia bahwa itu merupakan bukti nyata dari realisasi kenabian beliau. Piagam Madinah yang disusun oleh Nabi Muhammad bersama tokoh-tokoh agama dan suku pada saat itu, menjadi dasar hukum yang disepakati bersama dalam membangun kota Madinah. Piagam Madinah merupakan terobosan besar toleransi dan persaudaraan. Madinah adalah bukti dari keadilan, bukti penghormatan dan penegakan hukum yang nyata pada saat itu. Masyarakat yang sebelumnya dipenuhi konflik yang berkepanjangan kemudian menjadi masyarakat yang paham dan taat hukum menjaga kepentingan bersama.

Kategori: Agenda, BudayaTag:
Email Autoresponder indonesia
author
Penulis adalah seorang yang menyukai hal-hal baru yang unik dan menarik. Menulis adalah salah satu hobi yang dijalani, karena dengannya walaupun raga mati tetapi tetap abadi.
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan