Pendekar bertubuh kekar

0 4

Tepat di sebuah desa di Cisaruni, Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya, terdapat sebuah padepokan persilatan (Gembang Sekar Pusaka Bantarpayung) yang letaknya tidak jauh dari  kaki Gunung Galunggung. Sebuah paguron (perguruan) yang keberadaanya sudah ada pada masa kolonialisme Belanda, namun hingga kini paguron tersebut kokoh berdiri meski kerasnya zaman berusaha menenggelamkan tradisi yang sudah menjadi turun temurun itu.

Di padepokan tersebut, para santri-santriyah tidak hanya diajarkan seni bela diri silat semata, melainkan dididik agama yang kuat dan kental akan ke-Islaman, membuat para santri-santriyah bukan hanya menjadi seorang kesatria bertubuh keker yang lihai bertarung, namun juga memiliki akhlak mulia dan santun. Ini memang sejalan dengan cita-cita bangsa, bahwa kita bangsa Indonesia haruslah menjadi pribadi tangguh, karena ratusan tahun kita dijajah, membuat mental bangsa kita menjadi tangguh dan tidak kenal putus asa.

Dilain itu pula, bangsa kita yang memiliki corak ketimuran, harus bisa menjunjung tinggi norma, budaya dan istiadat kesantunan yang diajarkan Islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Semoga dengan adanya padepokan ini, menjadikan motivasi untuk masyarakat kita, bahwa tubuh kekar dan mahir bela diri, tidak akan merubah keadaan, tanpa dukungan akhlaqul karimah anak bangsa.

Kategori: Budaya, SejarahTag:
author
Penulis adalah seorang yang menyukai hal-hal baru yang unik dan menarik. Menulis adalah salah satu hobi yang dijalani, karena dengannya walaupun raga mati tetapi tetap abadi.
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan