Pencak Silat Gembang Sekar Pusaka Bantarpayung

Category : Budaya, Sejarah
Pencak Silat Gembang Sekar Pusaka Bantarpayungby Abdulloh Azizon.Pencak Silat Gembang Sekar Pusaka BantarpayungDi kaki Gunung Galunggung, tepatnya di Bantarpayung Desa Cisaruni Kecamatan Padakembang Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, terdapat sebuah paguron (perguruan) Gembang Sekar Pusaka Bantarpayung yang telah berdiri sejak tahun 1928 masehi, dan hingga kini budaya pencak silat tradisional masih dilestarikan dan dipertahankan secara turun temurun. Keberadaan seni pencak silat tradisional di Indonesia sudah mulai pudar terkikis oleh perkembangan […]

Di kaki Gunung Galunggung, tepatnya di Bantarpayung Desa Cisaruni Kecamatan Padakembang Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, terdapat sebuah paguron (perguruan) Gembang Sekar Pusaka Bantarpayung yang telah berdiri sejak tahun 1928 masehi, dan hingga kini budaya pencak silat tradisional masih dilestarikan dan dipertahankan secara turun temurun.

Keberadaan seni pencak silat tradisional di Indonesia sudah mulai pudar terkikis oleh perkembangan zaman lewat pencampuran budaya, dan ini menjadi motivasi terbesar untuk mempertahankan budaya asli sunda agar tetapi terjaga keberadaannya.

Tentu ini terjadi tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar maupun masyarakat di luar daerah yang menuntut agar budaya sunda tetap terjaga kemurniannya. Semoga dari paguron ini bisa melahirkan para pendekar pesilat yang berbudi luhur, berbudaya, dan mencintai adat istiadat yang diwariskan leluhur. 

 

Author: 

Penulis adalah seorang yang menyukai hal-hal baru yang unik dan menarik. Menulis adalah salah satu hobi yang dijalani, karena dengannya walaupun raga mati tetapi tetap abadi.

Related Posts Pencak Silat Gembang Sekar Pusaka Bantarpayung

10 Responses

  1. shoesbeauty.idJanuari 28, 2017 at 2:06 pmReply

    Mantap

  2. Jurnalis BantarJanuari 31, 2017 at 11:21 amReply

    Luarbiasa

  3. Budi StudioFebruari 13, 2017 at 3:02 amReply

    Mantap nih postingan nya
    Terima Kasih

  4. Jurnalis BantarFebruari 13, 2017 at 11:59 amReply

    sama2, terimakasih om Bud

  5. MyPresident MyHeroAgustus 9, 2017 at 12:59 pmReply

    Kudu wajib dilestarikeun. Mantab pisan lah.

  6. muhammad zauharAgustus 9, 2017 at 1:38 pmReply

    Meni gesit.

  7. UKUR GALUNGGUNGAgustus 9, 2017 at 2:24 pmReply

    Manstaaaap pisaan… lanjutkan.
    .

  8. Putra BantarOktober 30, 2017 at 7:50 amReply

    muhun, budaya asli urang kedah dilestarikeun ditengah himpitan budaya modern

  9. Putra BantarOktober 30, 2017 at 7:50 amReply

    lanjutkan sampai titik akhir nya kang he

  10. Putra BantarOktober 30, 2017 at 7:51 amReply

    nuju sumanget, mudah2an saterusna aya dina kasumangetan

Tinggalkan Balasan