Dinding pembatas harapan dan kecewa

Pernah atau sering kita merasa kecewa?
Sebenarnya apa yang membuat kita kecewa? Harapan kita sendiri, bukan orang lain. Bukan! Karena harapan tak sesuai kenyataan disitulah ruang untuk kecewa bermukim. Jangan terlalu memanjakan harapan, sederhanakanlah harapan, maka kecewa insya allah bisa diantisipasi.

Bolehkah kita berharap? tentu, tapi berharap dengan takarannya. Bukankah ketika obat tak sesuai takaran malah membuat kita jauh lebih sakit? pun harapan, ia ada untuk memberikan semangat dan kekuatan untuk berjuang, namun ketika harapan tak sesuai kenyataan apa yang terjadi? Kebanyakan kita akan kecewa, sama halnya dengan saya.

Seiring waktu, ternyata ada yang menarik dari harapan dan kecewa. Kenapa? Ternyata ada hikmah dari peristiwa itu. Beruntunglah jika harapan sesuai kenyataan, berarti Allah meridhoinya. atau justru itu adalah ujian? Wallahualam (yang jelas selalu husnudzon).

Tak kalah beruntung pula ketika harapan Β tak sesuai kenyataan, mengapa? Karena nyatanya dimasa yang akan datang justru kita akan sangat bersyukur kepada Allah karna kecewa dengan harapannya.
Kenapa bersyukur? Entahlah..yang jelas selalu saja Allah memberikan jawaban atas segala yang terjadi, rasa kecewa yang dahulu dirasakan justru memberikan kekuatan agar kita lebih tangguh menghadapi perjalanan hidup sekarang, rasa kecewa dahulu ternyata terbayarkan oleh kebahagiaan yang jauh lebih indah dimasa sekarang, rasa kecewa dahulu ternyata adalah ujian untuk kita naik pada derajat yang lebih tinggi dan masih banyak lagi rahasia-rahasia yang Allah simpan untuk kita.

Karena memang benar Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. So? Positif thinking and always husnudzon kpda Allah SWT, karena Allah bagaimana prasangka kita. Dan tentu saja berharaplah hanya kepada Allah SWT.

Jadi.. Kecewa dan bahagia jaraknya sangat tipis. Setipis kau merobek kertas 40 gram. Bahagia dan kecewa sudah satu paket bersamaan seperti dinding kertas yang kau sobek. Kecewa dan bahagialah sewajarnya.
Karena hidup adalah masa πŸ™‚

About Abdulloh Aziz

Penulis adalah seorang yang menyukai hal-hal baru yang unik, menarik. Menulis adalah salah satu hobi yang dijalani, karena dengan menulis walaupun diri mati tetapi akan tetap abadi.

View all posts by Abdulloh Aziz →

15 Comments on “Dinding pembatas harapan dan kecewa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *