Berkarya dari hal yang sederhana

Jika harimau mati meninggalkan belang, penulis mati meninggalkan sebuah karya. Pun jika penulis telah meninggalkan dunia ini, tulisan akan tetap ada dan dibaca oleh orang lain membawa kemanfaatan dalam jangka panjang. Pembaca tentunya akan tetap mampu menikmati hasil karya meskipun zaman dan generasi telah berganti. Semua diawali dengan keberanian. Ya.. keberanianΒ unjukΒ gigi, bertahap saja. Saya juga sedang belajar dan sampai kapanpun penulis adalah pembelajar yang sedang berusaha menjadi lebih baik.
Bisa jadi nantinya kita akan mempunyai anggapan bahwa “oh ternyata menulis itu mudah, menyenangkan dan mengasyikan”. Segala sesuatu hal yang sudah diawali dengan asyik kita akan dibuat nyaman sekalipun itu banyak hambatan. Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja kapan saja dan dimana pun. Zaman sekarang segala sesuatu menjadi mudah, jika dahulu kita selalu mengetik di laptop atau komputer, sekarang sudah mudah dilakukan di smartphone. Banyak sekali aplikasi yang menyediakan fitur untuk menulis, menyimpan naskah. Jika anda sebagai blogger, download saja aplikasinya di Google Playstore. Dimana pun anda berada, kapanpun, sempatkan satu atau dua kata menuliskan apa saja. Jadi intinya menulis adalah bagaimana kita mampu menyebarkan kemanfaatan bagi pembaca atau masyarakat luas.
Bagaimana supaya menulis itu mudah dan mengalir?
Tuliskan saja hal-hal yang terjadi disekitar kita, bisa berisi pengalaman pribadi, atau yang suka traveling biasanya akan banyak pengalaman yang diungkap dari kisah kita selama traveling. Tahukan anda buku best seller yang dicetak puluhan kali? Buku Dibawah Naungan Ka’bah karya Hamka mampu mencapai cetakan sebanyak itu. Itupun adalah hasil dari buah pengalaman perjalanan penulisnya dari pedalaman hingga sampai di Tanah Suci Mekkah.
Dan bagian yang paling penting adalah jika kita akan dan ingin menulis adalah membaca. Dari membaca tulisan orang lain akan muncul ide-ide lain, kemudian diramu, ataupun sekedar menambah penguasaan kosakata.
Lain kali saya akan posting kembali pengalaman tentang menulis, insya Allah. Doakan saja saya tetap sehat, agar bisa tetap menulis, tepatnya mencoba untuk tetap menulis.

About Abdulloh Aziz

Penulis adalah seorang yang menyukai hal-hal baru yang unik, menarik. Menulis adalah salah satu hobi yang dijalani, karena dengan menulis walaupun diri mati tetapi akan tetap abadi.

View all posts by Abdulloh Aziz →

58 Comments on “Berkarya dari hal yang sederhana”

  1. Awalnya pasti sulit, saya pernah mengalami. Bahkan tadi sebelum menulis ini, merasakan hal yang sama kayak agan, bingung mau nulis apa. Habis menulis satu kata, bingung mau apa lagi. Alhasil.. stuck, hehe. Pengalaman saya mencoba curhat aja, kayak nulis di SMS, hehe. Mungkin ini lebih panjang dari itu, dan GA selesai sekali duduk. Kadang ngopi dulu, banyak cara sebenernya gan, tergantung bagaimana kita nyamannya aja

  2. menurut saya sih tiap orang pasti beda-beda kesukaannya. Topiknya sesuaikan, biasanya pembaca menyukai hal-hal yang unik, membuat penasaran, aktual. jika sudah ada ide, tinggal bagaimana menuangkan ide kedalam tulisan, natural saja seperti kita menulis sms/bbm/whatsapp tanpa ada hambatan. lama kelamaan terbiasa menulis mengalir, ini butuh proses, dan saya juga lagi belajar πŸ™‚

  3. hehe.. bener gan, sering ngalamain gitu, udah ngetik satu dua kata… stuck mau lanjut ngetik apalagi, πŸ˜€ kalo dah gitu biasanya nyari dulu suasana yang enak, mood kadang berpengaruh, kalo saya coba muter lagu yang slow, hati suka terbawa suasana, ide perlahan muncul

  4. sama gan, sering ngalamin. senatural mungkin aja nulis kayak nulis sms/bbm, kadang satu judul gak selesai satu kali duduk, sambil ngopi (kalo suka) enak, atau suasana yang nyaman berpengaruh juga, banyak cara biar bisa sedikit demi sedikit bisa menjatuhkan jari ke tuts keyboard, hehe

  5. Saya setuju dengan statement dari penulis mengenai hal menulis. Menulis memang sesuatu yang asik bagi yang tahu teknik dan caranya. Hanya saja seseorang itu cenderung mendengar dari pada menulis. Bahkan ada juga yang cenderung berbicara saja. Di Indonesia sendiri sedikit sekali yang suka membaca. Jika rajin membaca insyaallah tulisan mas "menulis adalah sesuatu yang mengasyikkan" akan terwujud.

  6. Namun yang lebih ditekankan di artikel ini dimaksudkan untuk mulai menuliskan hal-hal sederhana, bagaimana kita bisa memulai sebuah tulisan, dengan terbiasa nantinya perlahan akan menghasilkan sebuah karya, walaupun seperti judulnya ini yang 'sederhana'. πŸ™‚

  7. dan inspirasi bisa diperoleh dari apa saja, banyak hal yang bisa menginspirasi. Kalau kata orang tua saya, melihat tanamanpun bisa jadi tulisan. Saya sedang mencoba membuktikan perkataan ini, benar apa tidaknya. hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *